Antara Sistem dan Manusia

Beberapa hari yang lalu, bosan melihat berita televisi tentang demo menentang kenaikan BBM yang hasilnya hanya … ???? apa mereka tidak mendengar, rasanya tidak, tapi mungkin akhirannya saja yang kurang … (kan).

Secara tidak sengaja, acara dialog salah satu televisi swasta di negeri ini muncul di layar televisi. Sebenarnya sulit untuk mempercayaai, karena menjelang pemilu biasanya banyak bermunculan orang-orang baik, orang-orang yang pandai berorasi, orang-orang yang pandai berjanji, orang-orang yang mau dan sering bergandeng dengan rakyat kecil, petani dan pedagang kaki lima. Tapi, setelah pemilu, orang-orang baik ini menghilang entah kemana. Tidak ingat mereka akan janji, tidak ingat mereka akan orang kecil, tidak ingat mereka akan petani, tidak ingat mereka akan pedagang kaki lima. Tidak mereka perlukan lagi, tidak mereka dengarkan lagi suara-suara orang kecil, suara-suara petani, suara-suara pedagang kaki lima. Padahal, suara-suara itu yang telah merangkai, menjalin, bersatu, menjelma dalam hitungan KPU sehingga kursi mereka berdiri.

Ada hal yang menarik dari sekian banyak yang mereka perbincangkan dalam dialog itu. Sebuah pernyataan dari Ketua Parade Nusantara “Orang baik dalam system yang buruk lama-lama akan menjadi buruk, sebaliknya orang buruk, binatang sekalipun, dalam system yang baik lama-lama akan menjadi baik”. Sebuah pertanyaan yang mestinya kita renungkan bersama, Seberapa burukkah system yang ada di negeri ini, sehingga orang-orang baik itu telah menjelma menjadi orang-orang buruk? Lebih parah nya lagi, peralihan dari orang baik menjadi orang buruk ini sangat singkat sekali, apakah … ???

Tuhan, kirimkanlah negeri ini seorang pemimpin yang mau berkerja keras menata kembali system yang ada, sehingga di negeri ini dapat lahir, tumbuh dan berkembang orang-orang baik. Amin.

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

Who's JK

Wapres Yusuf Kalla Telah MELANGGAR Banyak Rambu Hukum

Message from berthy barnabas rahawarin

Dalam banyak peristiwa nasional, Wakil Presiden Yusuf Kalla telah melanggar pelbagai produk hukum dan perundangan hingga Konstitusi. Semestinya, yang bersangkutan telah dipanggil oleh Kejaksaan Agung ataupun Legislatif untuk mempertanggung- jawabkan pelbagai ucapan dan sikap "serba pragmatis" yang inkonstitusional dan bertentangan dengan hukum.

Pertama, dalam hal pemerintahan presiden SBY tampak sedang mempertimbangkan secara serius seruan sebagian intelektual Muslim tentang SKB terhadap Ahmadiyah yang dianggap akan melanggar Undang-Undang Dasar, Wapres Yusuf Kalla malah telah "mendahului" (untuk tidak mengatakan "mengakangi" ) kehati-hatian yang "kebetulan" in casu dibutuhkan SBY untuk tidak melanggar Konstitusi, dan meski di pihak lain tetap mendengar suara sebagian Mulsim lainnya. Argumen inkonstitusional Wapres: "SKB dikeluarkan saja, biar tidak terjadi masalah di tengah masyarakat!"

Kedua, sebenarnya 2 tahun lalu, ketika ada pro-kontra kasus eksekusi mati Tibo cs, dalam kasus konflik sosial di Poso, adalah Wapres Jusuf Kalla juga yang memberi pernyataan politik yang mendahului pelbagai upaya hukum yang masih diupayakan untuk kasus berat hukuman mati. Ketika itu, Jusuf Kalla lagi-lagi tampil ketika pro-kontra terhadap rencana eksekusi itu berlangsung, JK mengatakan, "Upaya hukum sudah final. Eksekusi mati Tibo cs, sudah harus dilaksanakan! " Pernyataan politik itu salah tempat dan waktu, karena diucapkan seorang Wapres, pada kasus yang masih menimbulkan debat hukum, dan akan adanya upaya PK II bagi ketiga terpidana mati. Statemen politik itu jika datangnya, dari seorang politisi, mungkin dapat ditolerir, tetapi dari seorang Wapres, pernyataan itu menjadi berlebihan.

Ketiga, sekarang ketika kenaikan BBM yang mendapat perlawanan dari masyarakat dan banyak politisi yang hampir berseberangan dengan kebanyakan ekonom yang "membenarkan" kenaikan BBM, Yusuf Kalla tampil lagi "mendahului" suara resmi Pemerintah perihal kenaikan harga BBM. Penjelasan sang Wapres dengan pendapat pribadi menjadi rancu. Penjelasannya yang mendahului pernyataan resmi, di tengah kelangkaan BBM dan ketidak-mampuan kontrol pemerintah pada jasa distribusi publik untuk BBM, sekali lagi membuat sang Wapres "makin genit" over-convidence untuk membuat pernyataan di luar prosedural resmi Pemerintah.

Penjelasaannya juga, mengikuti penipuan publik, bahwa "Dengan berdemo menuntut kenaikan harga BBM, para pendemo menghendaki agar orang kaya terus dibiarkan mengambil keuntungan dari subsidi BBM." Penjelsan yang sekilas tampak memihak rakyat miskin, tetapi substansinya, pengakangan sang Wapres pada situasi pro-kontra, senantiasa patut dianggap telah melanggar prosedur istana untuk mengumumkan sesuatu yang teramat penting sehubungan hayat hidup orang banyak.

Tapi, JK memang suka "mem-fait-accompli" boss-nya SBY. Atau, memang strategi test lapangan diperlukan untuk mengecek respons masyarakat digunakan sebagai strategi oleh SBY. Dan, khusus untuk kenaikan BBM yang telah terlanjur membangkitkan amarah masyarakat itu karena kelangkaan dan spekulasi, atau semacam "inside trading" sedang mempersiapkan keuntungan 30% dari kenaikan BBM. "Subsidi terbaik, adil dan merata bagi rakyat miskin adalah TIDAK MENAIKKAN HARGA BBM!!!" APBN masih dapat aman dengan cara lain, bukan hanya dengan menghitung "keuntungan orang kaya" atas subsidi BBM. Kita tidak menghitung, orang miskin semakin tidak punya daya beli, bahkan untuk sebotol minyak tanah dan didapat dengan cara antre panjang.

Ironisnya, dalam segala kebiasaan menyebarkan statemennya itu, tidak ada pihak Legislatif atau Yudikatif yang memberi teguran hingga peringatan kepada sang Wapres seperti diamanatkan Undang-undang. Atau, kita telah membiarkan JK memproklamirkan diri "Akulah Undang-undangnya! ",

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

SOLUSI CERDAS PEMERINTAH MALAS

Solusi cerdas pemerintah malas, mungkin itulah kata yang tepat bagi kebijaksanaan pemerintah yang berlabel BLT. Andaikan saja pemerintah kita mau sedikit bekerja keras,berani bernegoisasi soal utang luar negeri. Setiap tahun, bunga dari utang luar negeri yang harus kita bayar mencapai Rp 175 trilyun. Jumlah itu sama dengan 20 persen APBN kita. Lebih besar dari anggaran pendidikan. Tentunya bukan subsidi BBM yang ditarik dan tak perlu si BLT ini hadir di negeri ini. Perjuangan deplomasi untuk menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang secara perlahan menggrogoti kekayaan negeri ini adalah salah satu langkah yang mestinya dilakukan oleh pemerintah.

Kenapa pencabutan subsidi BBM yang diambil, karena itulah langkah yang paling gampang. Dengan intonasi yang sedih, seolah-olah suatu keterpaksaan, pemerintah mengatakan ini adalah solusi terakhir, lalu kemanakah solusi pertama, kedua dan seterusnya …. ???

Kenapa subsidi BBM yang dampak terburuknya akan langsung dirasakan oleh rakyat miskin yang ditarik, kenapa bukan subsidi bank rekapitalisasi, padahal menurut Mantan Menko Ekuin Rizal Ramli, penghematan APBN dari pencabutan subsidi BBM jauh lebih kecil jika dibandingkan penghematan jika pemerintah mencabut subsidi terhadap bank rekapitalisasi yang sampai sekarang masih disubsidi oleh APBN (bukan pemerintah dong yang subsidi, itu kan uangnya rakyat). Mungkin inilah jawaban yang tepat “INI ADALAH SOLUSI CERDAS PEMERINTAH MALAS”

Persoalan kita sebenarnya sangat sederhana, karena produksi minyak pada pemerintahan Presiden SBY anjlok sampai 300rb barrel. Sementara kita import sampai 300rb barrel melalui mafia di Singapura, dimana para mafia tersebut mengambil untung sampai 2 dollar/barel atau Rp. 6 Milyar sehari. Kenapa Presiden nggak berani sama mafia tapi berani sama rakyat.

Sebenarnya kalau saja pemerintah mau berfikir dan sedikit berkerja keras, ada berbagai alternatif cara untuk mengatasi persoalan pelik ini tanpa menaikan harga BBM. Antara lain:

  1. Pemerintah harus mengurangi subsidi untuk bank rekapitalisasi sebesar Rp.30 Trilyun. Karena bunga bank rekap hanya dinikmati oleh orang-orang yang super kaya.
  2. Benahi inefisiensi di PLN dan Pertamina, karena biaya produksi Pertamina sangat mahal dan banyak mafianya.
  3. Kita menaikan produksi minyak dengan cara membubarkan BP Migas.
  4. Harus ada visi ke depan, dan tidak bisa hanya memakai visi ala mahasiswa kos-kosan. Pemerintah sekarang persis mahasiswa kos-kosan yaitu selalu utang, privatisasi BUMN dan menaikan BBM.
  5. Negosiasi utang luar negeri seperti pemerintahan Argentina.
Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tahun ini sebesar Rp.14-17 Trilyun dan Rp.52 Trilyun pada tahun 2009, adalah suatu bebijakan yang dapat diartikan sebagai ‘suap politik’ supaya Presiden Yudhoyono bisa terpilih kembali. Jika dana BLT itu dibuat irigasi atau membangun jalan, maka akan memiliki nilai tambah sampai 3-4 kali lipat. jadi ini lebih kental nilai politiknya.

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

Kenaikan BBM vs BLT

Terkait dengan kenaikan BBM di Republik Indonesia, harian pribadi Rekayasa Boos menurunkan timnya untuk melakukan wawancara dengan Bapak Presiden SBY. Dari wawancara yang dilakukan terungkap bahwa adanya gejolak yang diakibatkan oleh keputusan menaikkan harga BBM adalah karena perbedaan pandangan saja. Berikut petikan wancara tim harian Rekayasa Boss dengan bapak presiden SBY.

Wrta :

"Pak SBY, bagaimana pendapat Bapak mengenai kenaikan BBM di Negara tetangga kita, Republik Indonesia ?"

SBY :

"Saya kira itu adalah keputusan yang tepat dan siapa pun presidennya keputusan ini adalah keputusan terbaik."

Wrta :

"Artinya bapak sependapat dengan keputusan Bapak Presiden Republik Indonesia itu pak?"

SBY :

"Oh, tidak, saya tidak sependapat."

Wrta :

"Maaf pak, bukankah tadi bapak katakan itu keputusan yang tepat dan siapa pun presidennya akan mengambil keputusan yang sama artinnya bapak sependapat dong."

SBY :

"Oh, tidak, anda itu tidak mengerti. Kalau saya diposisi beliau, saya akan melakukan hal yang sama, saya akan putuskan bahwa mau tidak mau minyak mesti dinaikkan. Tapi saya tidak sependapat dengan beliau karena saya bukan beliau dan saya tidak dalam satu forum yang sama dengan beliau, jadi kami bisa saja berpendapat yang sama tapi itu bukan satu pendapat, sama tidak berarti satukan."

Wrta :

"Apakah itu artinya Bapak akan melakukan hal yang sama di Negeri Impian ini Pak, Bapak akan menaikkan harga BBM?"

SBY :

"ya!"

Wrta :

"Kira-kira apa yang menjadi faktor utama yang menyebabkan harga BBM ini harus naik Pak?"

SBY :

"Saya kira harga minyak dunia, harga minyak dunia yang terus naik menyebabkan kita mau tidak mau harus ikut menaikkan harga minyak."

Wrta :

"Tapi pak, Negara kita tidak seperti Negara tetangga kita, Negara kita termasuk Negara penghasil minyak, yang mestinya tidak tergantung atau tidak terpengaruh oleh harga minyak dari luar, bagaimana Pak?"

SBY :

"Ya, tapi anda itu tidak tahu, memang benar Negara kita penghasil minyak yang kita ambil dari perut bumi yang termasuk dalam tanah air kita, tapi yang ngolahkan banyak orang luar."

Wrta :

"Maaf Pak, bukankah dengan kenaikan BBM ini yang paling terpukul atau yang paling menjadi korban itu rakyat kecil yang mestinya Bapak pelihara seperti amanat UUD dan janji politik Bapak?"

SBY :

"Oh, tidak, anda salah. Justru yang paling terpukul itu rakyak yang sudah besar, yang mau bepergian dengan mobil, yang mau beli ini itu, dan lain-lain kebutuhan itukan rakyat yang sudah besar kalau yang masih kecil belum memikirkan itu. Dan perlu anda ketahui, untuk rakyat kecil pemerintah sudah siapkan bantuan langsung tunai yang jumlahnya sudah diperhitungkan cukup bagi anak-anak kecil itu untuk beli es, roti dan mungkin sekali-sekali main PS atau internet untuk baca blog nya Mas Apen ini. Ha .. haa..haaaa….. haha…!!!!!"

Wrta :

"………………. ?????????????"

(maaf SBY di sini bukan Sosilo Bambang Yudoyuno presiden Republik Indonesia, tapi Pak SaBar Ya, presiden Republik Impian)

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

Seginim 05

Seginim adalah sebuah kecamatan di Bengkulu Selatan propinsi Bengkulu. Kata Seginim diambil dari kata Durian Seginim, konon katanya, kata ini diambil dari kata Durian Seginam (durian segi enam). Durian Seginim sampai sekarang masih dipakai sebagai nama salah satu desa di kecamatan Seginim.

Nama Seginim cukup dikenal untuk skala kabupaten Bengkulu Selatan atau pun provinsi Bengkulu, terutama dari hasil pertaniannya, misalnya beras dan jeruk. Entah mungkin karena sudah lama tidak ke Seginim atau ke Bengkulu, nama Seginim sepertinya hilang. Atau mungkin Seginim sedang mempersiapkan sesuatu sebagai kejutan untuk kembali memunculkan/mengangkat nama nya. Itulah mungkin yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Seginim.

Pertengahan tahun 2005, secara tak sengaja berjalan-jalan di kecamatan Seginim, ada banyak perubahan di sana, ada yang seharusnya terjadi dan ada yang seharusnya tidak terjadi. Menyaksikan saluran irigasi, yang di tahun 80 an mempunyai aliran air yang sangat deras, terlihat seperti enggan mengalirkan airnya lagi. Entah apa, mungkinkah debit sungai sebagai sumber air bagi irigasi tersebut sudah tidak peduli lagi ataukah pemerintah setempat yang sudah tidak memperhatikannya lagi. Sehingga saluran irigasi itu menjadi sangat dangkal dan dinding-dindingnya pun sudah banyak yang berpulang ke alamnya. Entah …. Itulah kata yang dipakai oleh Iwan Fals dalam salah satu judul lagunya.

Seperti halnya hasil alam dan hasil pertaniannya, sebenarnya Seginim mempunyai sumber daya manusia yang tangguh yang berani diuji di kancah nasional atau bahkan mungkin internasional. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah hasil pemilu yang dipilih oleh rakyat sebagai wakil masyarakat Seginim, adalah figur-figur sumber daya manusia Seginim yang handal, semuanya adalah warga asli Seginim, hanya saja kebanyakkan dari mereka sudah tidak tinggal lagi di kecamatan Seginim. Tapi mungkinkah karena mereka sudah tidak tinggal lagi di Seginim, mereka lupa akan daerahnya, mereka tidak tahu kalau mata pencahrian atau pekerjaan dari masyarakat Seginim adalah bertani yang sangat membutuhkan irigasi. Sekali lagi, Entah ….

Posting ini sengaja dibuat untuk memperbanyak hidangan google ketika kita memesan kata Seginim, tidak terbatas wikipidia saja, dan kepada warga/masyarakat Seginim yang secara sengaja atau tidak sengaja keinjak blog ini, dimohon untuk membagi beritanya tentang Seginim, untuk kembali diposting di sini, sebelumnya terima kasih.

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

My Private Media "Rekayasa Boss"

Saudara-saudara ku sebangsa tanah sebangsa air, maaf saya tidak dapat mengatakan sebangsa minyak dan sebangsa gas, walaupun sama-sama kita ketahui muka kita sama-sama berminyak dan kita sama-sama bahkan sering membuang gas. Bukan karena semakin langka nya minyak atau pun gas di bumi ini, tapi adanya kepastian dari pemerintah untuk segera menaikkan harga minyak hingga kisaran 30%, akan membuat minyak ini enggan bersaudara dengan kita, dan kita yang mendapat jatah minyak pun akan enggan bersaudara dengan sesama kita.

Saudara-saudara ku sebangsa tanah sebangsa air, terima kasih saya ucapkan kepada saudara-saudara yang telah menyempatkan diri hadir di sini menyaksikan launching harian pribadi rekayasa boss ini. Saya perhatikan di depan tadi hampir seluruh pejabat hadir, mulai dari pejabat tinggi, pejabat eselon sampai pejabat escendol pun hadir. Memang harus kita akui bapak-bapak pejabat ini masih sangat perhatian dengan kita sebagai rakyatnya dan tentunya jika itu menguntungkan bagi mereka, lebih-lebih menjelang pemilu ini.

Saudara-saudara ku sebangsa tanah sebangsa air, perlu saya sampaikan disini, harian rekayasa boss ini adalah harian pribadi (private media), karenanya harian ini tidak memegang prinsip layaknya harian umum yang ada di provinsi-provinsi Negara tetangga kita, dengan prinsip idealismenya. Harian pribadi rekayasa boss ini bersandar pada suatu prinsip baru, yang saya temukan sendiri, yaitu prinsip idealyes.

Sedikit saya jelaskan tentang prinsip ataupun konsep idealyes ini. Secara etmologis, idealyes ini berasal kata I, Deal dan Yes yang kalau diartikan kira-kira pengertiannya “saya setuju anda ya, berita yang diterbikan harus sama-sama menguntungkan” Sepintas kedengarannya prinsip ini akan merugikan para wartawan/i, sebenarnya tidak, dengan prinsip idealyes ini para writeta dan writeti (sebutan wartawan rekayasa boss) justru akan diuntungkan. Dengan prinsip ataupun konsep ini writeta dan writeti cukup menunggu instruksi dari saya mengenai berita apa yang akan diliput atau menunggu adanya panggilan dari pejabat-pejabat kita yang meminta untuk diliput kegiatan social masyarakatnya. Bandingkan dengan prinsip idealisme di Negara tetangga kita, dengan prinsip itu, seorang wartawan memerlukan perjuangan yang sulit untuk mendapatkan seperempat halaman berita. Bandingkan kalau kita meliput kegiatan social masyarakat pejabat-pejabat kita, akan sangat gampang untuk membuat dua halaman berita Full Color. Sekali lagi saya katakan, apalagi menjelang pemilu dan pilkada yang silih berganti seperti sekarang ini.

Saudara-saudara ku sebangsa tanah sebangsa air, karena rekayasa boss ini harian pribadi, saya merasa tidak berkewajiban untuk menyajikan berita yang sesungguhnya tapi cukup sesuguh-suguhnya saja, saya tidak terbebani untuk menyampaikan atau mengungkap kebenaran suatu informasi dan kalaupun informasi yang saya sampaikan benar itu hanya kebetulan saja.

Sebelum saya akhiri sambutan ini, kepada saudara-saudara sekalian saya sangat mengharapkan bantuannya untuk membuatkan saya sebuah logo bagi harian pribadi rakaya boss ini. Tak tunggu yee desain nya …. !!!!???

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

Merahnya Nomor Merah

Hari itu ketika sedang asyik bersenda gurau dengan computer, seorang teman datang minta dicarikan informasi tentang nomor telepon merah. Dalam pikiran saya waktu itu, nomor merah itu seperti catatan hitamnya kepolisian, jadi yang nomor telepon merah ini nomor apalah gitu …???

Teman saya menjelaskan, katanya nomor merah itu, nomor telepon pemanggil yang munculnya merah pada layar hand phone kita dan kalau pangilan tersebut diterima, si penerima akan mati.

Saya pun mencari informasi tersebut, “NOMOR TELEPON MERAH” itulah text yang saya ketikkan pada search engine google, di hasil pencarian ada saya lihat forum yahoo answer membahas tentang nomor merah ini. Ada berbagai macam tanggapan tentang nomor merah di sana, mulai dari yang sudah menerima kabar dari kerabatnya yang katanya sudah mendengar adanya korban pada suatu daerah, ada yang penasaran, ada yang ketakutan sampai ada yang sengaja menunggu nomor merah itu mengubunginya untuk gantikan layar monochrome hand phone nya menjadi layar warna.

Secara pribadi, saya sebenarnya was-was juga dengan nomor merah ini, karena hand phone saya murahan, jadi ke mana-mana hand phone ini selalu saya simpan di saku depan celana. Nah, yang saya takutkan itu beliau yang ada di sekitar itu, kalau saya kan sudah tau, kalau nomor merah yang telepon gak usah diangkat, kalau beliau … ????

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

Merajuk Posting

Diawal blog ini dibuat, sudah tertanam tekad untuk mengisinya dengan posting setiap hari, apa pun itu, cerita, artikel, tips, trik atau apalah. Namun tekad itu tersandung, karena ternyata tempat posting atau blog ini belum terindek oleh search engine. Kegiatan ngeblog pun dialihkan pada upaya untuk membuat blog terindek oleh search engine.

Tiga hari sebelum belog ini terindek, dua buah posting yang akurat dari mas jalu, memberikan solusi tentang cara daftar blog pada dua search engine dan akhirnya blog pun terindek. Pada hari itu, sebuah posting tentang terindek nya blog ini oleh google pun saya tulis dan besoknya judul posting tersebut langsung muncul di hasil pencarian google search engine di urutan ke tiga pada halaman pertama hasil pencarian.

Hari berikutnya, saya posting lagi sebuah tulisan dan keesokan harinya saya kembali mencobanya di search engine google, ternyata posting tersebut tidak ditemukan. Saya mencoba judul posting hari sebelumnya, yang sempat bertengger pada urutan ketiga di halaman pertama, dan juga ternyata judul posting itu menghilang.

Pada hari-hari terakhir ini saya sengaja merajuk posting karena title blog saya, yang kalau dulu saya entri pada search engine nya google sempat bertengger pada halaman tujuh belas, sekarang sudah melorot ke halaman sembilan belas. Google, apa salah ku pada mu ….. ????

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

Posting Blog dan si LAN card

Memenuhi tekad dan keinginan untuk posting tiap hari, apa pun itu, terserah bermutu atau gak, dicari orang atau gak, cocok gak dengan kata kunci para peselancar internet, pokonya posting. Malam ini Selasa 6 Mei 2008, saya pun mulai memanaskan mesin internet (kayak motor aja …. tuch…). Diawali dengan membaca pesan pada shotbox, ada tawaran yang sangat menarik dari Mas Boy, tentang kesediaan beliau untuk men-link balik blog ini. Saya log in di blog, dan segera men-link blog nya beliau. Pekerjaan pun dilanjutkan dengan mengirimkan pesan ke Mas Boy, bahwasanya blognya sudah saya link.

Di tengah-tengah, antara lamunan, renungan dan hayalan, untuk mem-posting. Tiba-tiba saya dikejutkan oleh kedatangan tamu yang sangat tidak saya harapkan, yang menyatakan bahwa koneksi internet saya terputus, tamu itu adalah kotak pesan-nya Mas Wind (Mas Windows gitu……). Saya palingkan pandangan saya dari kotak pesan itu, karena saya memang sangat membencinya. Pandangan saya pun tertuju pada sebuah ikon toolbar di sudut kanan bawah layar monitor, sebuah ikon LAN dengan tanda silang merah. Walahhhhh, sampean ya yang mutusin internet saya, kira-kira begitulah yang terlintas dipikiran saya.
Segera saya matikan computer, saya pangil asisten saya, “Obeng ke sini kamu, tolong kamu buka ni CPU” (malu dech, ketauan, masih pakai CPU). Setelah CPU terbuka, saya lepas LAN card, lalu saya berbisik “Opo ne sing strong to lik, ngopo sampean ora mau kerja”. Saya elus dia, saya bersihkan debu-debu yang menempel disekujur tubuhnya, LAN card itu pun saya pasang kembali.

Setelah computer kembali dihidupkan, dengan gagah dan semangatnya si LAN card pun berkata “Lanjutkan postingnya Mas, aku siap menemanimu” maka ……. Jadilah posting ini …..!!!!

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

Telkom 122

Dengan sedikit aksi salip kiri kanan, akhirnya pukul 14.30 WIB aku sampai di kantor telkom palembang. Seperti biasa, setiap kali membuka pintu itu, seorang karyawan akan menyambut dengan pertanyaan "Selamat siang, Pak, ada yang dapat dibantu". Saya pun menselatankan ups... salah mengutarakan maksud dan tujuan saya kesana.

Secarik kertas bertulis angka, yang menunjukan nomor urut diserahkan kepada saya dan saya dipersilahkan untuk duduk. Tempat yang nyaman, sejuk dengan tempat duduk yang empuk, akan sangat nyaman bila saja tujuan saya kesana untuk tidur siang.

Sambil duduk saya pun memperhatikan sedert meja yang bertuliskan, Counter 1, Counter 2 sampai 7. Saya sedikit berpikir, ada yang beda dari biasanya. Biasanya di bawah tulisan itu, terdapat huruf-huruf digital yang bertulisakan angka dengan format yang sama dengan angka pada secarik kertas yang diberikan seseorang setelah kita membuka pintu. Tapi hari ini, angka angka digital itu tak terlihat, yang ada huruf berjalan "Telkom commited 2 you".

Stelah lebih kurang lima belas menit duduk, saya lihat pada sebuah meja, Counter 6, tiba-tiba huruf berjalan itu hilang, muncul angka 113 dan terdengar suara "Nomor antrian seratus tiga belas, mohon ke Counter enam". Saya perhatikan lagi secarik kertas yang ada di tangan tertulis angka "122".

Waktu sudah menunjukan pukul 15.00 WIB, tiba-tiba ruangan yang sejuk itu menjadi gerah. Entah apa yang terjadi? akhirnya saya putuskan untuk segera meneruskan hidup, untuk kembali antri dilain hari

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

Kalkulasi Angka pada Microsoft Word

Suatu saat kita perlu melakukan operasi perhitungan pada pekerjaan kita. Sewaktu kita bekerja dalam Microsoft Excel tentu tidak menjadi masalah, tetapi bagaimana kalau kita bekerja dengan Microsoft Word? Perkalian antarangka pada tabel Excel bisa dilakukan dengan rumus yang mudah pasti, Anda sudah tahu. Tapi tahukah Anda di Word kita juga bisa mengalikan, membagi bahkan menjumlahkan angka menggunakan rumus seperti di Excel?

Untuk mencobanya, buatlah sebuah tabel (3 kolom x 1 baris) lalu tuliskan sebarang angka pada kolom A1 dan B1 (ingat, aturan nama kolom dan baris sebuah sel sama seperti di Excel). Selanjutnya masuk ke kotak atau sel C1 lalu klik Table>Formula. Jika Anda ingin mengalikan
kedua angka tadi, hapuslah isi pada kotak formula lalu ketikkan =A1*B1 (tanpa kutip) lalu tentukan number format-nya, terakhir kliklah OK. Maka hasil perkalian kedua angka tadi otomatis akan timbul, selanjutnya Anda juga bisa menggunakan tanda bagi (/), tambah (+), kurang (-) serta fungsi penjumlahan (sum), dan lain-lain. Walau tidak semudah, seefektif, dan seefisien menggunakan Excel, tapi ini tetap berguna juga lho!

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

Blog Ku Terindek Google

Banyak hal yang telah aku lakukan pada blog ini, dengan harapan Google bersedia untuk menyegerakan mengindek nya. Mulai dari gonta-ganti template, edit meta tag sampai pendaftaran secara manual. Dari berbagai usaha yang telah dilakukan tidak dapat dipastikan manakah yang menyebabkan hari ini Minggu 04 Mei 2008 pukul 10.40 WIB, ketika aku mengetikkan nama blog ini pada search engine google, ternyata google menjawabnya dengan menghidangkan beberapa judul posting pada blog ini. Ataukah terindeknya blog ini oleh google hanya karena waktu saja? terserah yang penting blog ku ini sudah terindek.

a pen blog
a Pen Blog Updated at:

 
back to top